Antisipasi force majeure saat distribusi, pemerintah siapkan cadangan vaksin corona

Antisipasi force majeure saat distribusi, pemerintah siapkan cadangan vaksin corona


ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen,. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

DATABUDAYA –¬†JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerangkan, untuk antisipasi adanya force majeure atau kejadian yang tidak diinginkan dalam distribusi vaksin Covid-19 ke seluruh daerah di Indonesia, telah disiapkan 15% vaksin cadangan.

“Kalau ini misalnya hasil reject atau force majeure atas delivery vaksin, untuk reject kita masih ada cadangan vaksin sebesar 15%. Kemudian force majeure atas delivery vaksin akan dilakukan secara bersamaan antara Kemenkes dengan distributor. Kita masih punya cadangan 15% Kalau misal terjadi apa-apa untuk vaksin yang sudah kita kirimkan,” jelas Budi saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Kesehatan, BPOM, Bio Farma dengan Komisi IX DPR RI ada Kamis (14/1).

Sampai saat ini sudah ada 1,2 juta dosis vaksin dari Sinovac yang didistribusikan ke 34 provinsi. Diharapkan 1,8 juta dosis vaksin dapat mulai dikirimkan akhir bulan ini untuk memenuhi vaksinasi kepada 1,48 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi. “Target vaksinasi tenaga kesehatan yang bisa selesai di akhir Februari,” kata Budi.

Baca Juga: Menkes: Penyintas Covid-19 tidak masuk prioritas penerima vaksin

Adapun target penerima vaksin yang sudah ditentukan ialah mulai usia 18 tahun – 59 tahun berbasis dari uji klinis tahap III di Bandung, Jawa Barat. Kemudian untuk vaksinasi bagi usia di atas 60 tahun rencananya akan dilakukan pada tahap 2B usai vaksinasi kepada petugas publik.

“Sinovac sendiri di Brazil melakukan uji klinisnya di atas 60 tahun, demikian juga vaksin-vaksin lainnya Pfizer dan Astrazeneca mereka juga bisa diberikan untuk di atas 60 tahun,” imbuhnya.

Adapun untuk vaksinasi bagi penduduk di bawah usai 18 tahun. Budi menegaskan sampai saat ini belum ada uji klinis vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

“Sudah ada yang mulai untuk melakukan uji klinis usia di bawah 16 tahun yaitu Astrazeneca dan Sinovac tapi tahapnya masih tahap sangat dini,” kata Budi.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *