Exxon dan Macquarie dalam gugatan US$ 11,7 miliar AS atas kontrak gas


ILUSTRASI. Logo Exxon Mobil Corp. REUTERS/Sergio Moraes/File Photo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

DATABUDAYA.NET – TEXAS. Exxon Mobil Corp menggugat Macquarie Energy Australia di pengadilan Texas dalam gugatan senilai US$ 11,7 miliar atas pengiriman yang terlewat selama pembekuan musim dingin bulan lalu di Amerika Serikat (AS) bagian tengah. 

Merujuk artikel Reuters, Kamis (4/3) gugatan yang diajukan Exxon meminta pengadilan Texas untuk memutuskan bahwa badai besar yang menyapu AS bagian tengah adalah becana alam. 

Keputusan itu juga memungkinkan Exxon untuk memutuskan kontraknya dengan Macquarie tanpa penalti, mengesampingkan permintaan dari perusahaan Australia bahwa Exxon menanggung kerugian grosir sebesar US$ 11,7 miliar untuk pengiriman yang terlewat. 

Permintaan dan harga gas AS melonjak bulan lalu ketika suhu beku melanda kawasan selatan bingga Texas, di mana 4,3 juta rumah kehilangan listrik.

Baca Juga: Ini dampak kenaikan harga minyak global ke industri alat kesehatan

Cuaca ekstrem itu mengirim harga spot gas di hub Texas Barat menjadi US$ 203,50 per juta British thermal unit (mmBtu) pada 16 Februari 2020. Hal ini juga mendorong Texas dan Louisiana untuk mengumumkan keadaan darurat dan mengarahkan pasokan gas ke pembangkit listrik negara bagian. 

Macquari Australia adalah salah satu pemegang terbesar dalam cuaca tersebut, dengan perolehan pendapatan dari rekor harga gas alam AS. Itu artinya, perusahaan bisa mengumpulkan keuntungan sebesar US$ 317 juta dari hal tersebut. 

Macquarie telah menolak pernyataan Exxon tentang bencana alam, menurut gugatan tersebut. Tetapi, perusahaan Australia itu kemudian mengeluarkan deklarasi force majeure sendiri atas gas yang telah disepakati untuk diberikan kepada Exxon di Texas. 

 






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *