S&P 500 dan Nasdaq terseret saham teknologi, fokus ke pidato Powell


ILUSTRASI. Wall Street

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

DATABUDAYA.NET – NEW YORK. Indeks S&P 500 dan Nasdaq tergelincir dalam perdagangan berombak pada hari Kamis (4/3). Investor gelisah jelang pidato dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tentang kenaikan imbal hasil obligasi.

Sementara data menunjukkan pemulihan yang mengejutkan di pasar tenaga kerja. Melansir Reuters, pukul 10:02 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 57,06 poin atau 0,18% menjadi 31.327,15, S&P 500 kehilangan 5,80 poin atau 0,15% menjadi 3.813,92, dan Nasdaq Composite kehilangan 106,99 poin, atau 0,82%, menjadi 12.890,76 .

Indeks S&P 500 diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, indikator momentum jangka pendek. Sementara Nasdaq memangkas kenaikan tahunannya menjadi 0,1%. Sebaliknya, Dow telah naik 2,5% pada 2021 dan S&P 500 naik sekitar 1,5% pada periode yang sama.

Baca Juga: Bursa saham Asia kompak turun di awal perdagangan hari ini

Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik minggu lalu, kemungkinan didorong oleh badai musim dingin yang brutal di Selatan yang padat penduduk, meskipun prospek pasar tenaga kerja membaik di tengah menurunnya kasus baru Covid-19.

Data laporan penggajian bulanan yang penting diharapkan pada hari Jumat.

Indeks acuan Wall Street turun dalam dua sesi terakhir karena lonjakan imbal hasil obligasi AS menekan saham teknologi. Sementara saham terkait ekonomi mengungguli di tengah harapan putaran baru bantuan fiskal dan vaksinasi.

Sektor energi menikmati lompatan 1% didukung oleh harga minyak yang lebih tinggi. Saham Apple Inc, Tesla Inc, dan PayPal Holdings Inc termasuk di antara penyeret teratas di S&P 500.

Powell dijadwalkan untuk berbicara pada konferensi Wall Street Journal di mana komentarnya akan diteliti untuk setiap petunjuk kekhawatiran tentang lonjakan imbal hasil obligasi pekan lalu.

Baca Juga: Harga minyak tahun ini diproyeksikan berkisar di US$ 65 per barel

“Gubernur Fed Jerome Powell telah meremehkan kekhawatiran inflasi dan terus mendukung kebijakan moneter yang dovish, tetapi imbal hasil tersebut menunjukkan investor tidak sepenuhnya yakin,” kata JJ Kinahan, kepala analis pasar di TD Ameritrade.

Menjelang pernyataan Powell, imbal hasil Treasury tenor 10-tahun berada di 1,467% tetapi bertahan di bawah level tertinggi satu tahun minggu lalu di 1,614%.

Saham teknologi sangat sensitif terhadap kenaikan imbal hasil karena nilainya sangat bergantung pada pendapatan masa depan.

Senat AS diperkirakan akan mulai membahas paket bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden pada hari Kamis setelah setuju untuk menghentikan pembayaran kepada orang Amerika yang berpenghasilan tinggi dalam kompromi dengan senator Demokrat moderat.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *