Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) melesat, ini penjelasan manajemen


ILUSTRASI. Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

DATABUDAYA.NET –  JAKARTA. Sepanjang tahun 2020, emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan kenaikan laba bersih 164% menjadi Rp 476 miliar, dari Rp 179 miliar pada 2019.

Peningkatan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan harga jual minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan, kenaikan harga CPO pada 2020 tergolong signifikan sehingga bisa mencapai harga tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh produksi tandan buah segar (TBS) pada kuartal III-2020 yang turun tajam di hampir seluruh wilayah Malaysia dan Indonesia, tidak terkecuali di wilayah operasi DSNG di Kalimantan akibat rendahnya curah hujan yang disebabkan oleh El-Nino pada 2019.

“Harga jual rata-rata CPO DSNG tahun 2020 mencapai Rp 8,1 juta per ton, naik 26% dibandingkan harga rata-rata CPO tahun 2019 yang sebesar Rp 6,5 juta per ton. Kenaikan harga CPO telah mendorong peningkatan marjin operasional,“ ucap Andrianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/3).

Baca Juga: Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) melesat 164% pada 2020

Seiring dengan kenaikan harga jual tersebut, DSNG membukukan total pendapatan sebesar Rp 6,7 triliun pada tahun 2020 atau naik 17% secara year on year (yoy). Dari total pendapatan tersebut, penjualan segmen kelapa sawit mencapai Rp 5,7 triliun (sekitar 85% dari total pendapatan) atau naik 20% dibandingkan 2019.

Andrianto menuturkan, kenaikan laba bersih DSNG pada tahun lalu juga didorong oleh produksi TBS perusahaan yang telah pulih pada kuartal IV-2020. Produksi TBS pada kuartal akhir tersebut mendekati tingkat produksi di kuartal IV-2019 dan 51% lebih tinggi dibandingkan produksi di kuartal III-2020.

Selain itu, menurut Andrianto, kenaikan laba bersih yang signifikan juga merupakan kontribusi dari turunnya biaya keuangan perusahaan. Hal ini merupakan dampak dari konversi sebagian utang perusahaan ke mata uang dollar Amerika Serikat pada bulan April dan Mei 2020.

Andrianto menambahkan, peningkatan laba pada tahun 2020 menghasilkan jumlah kas yang cukup besar sehingga meningkatkan kemampuan DNSG dalam membayar kembali pinjamannya. Hal ini terlihat dari Net Debt Service Coverage Ratio (DSCR) tahun 2020 yang mencapai 1,4 kali, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 1,1 kali.

Di samping itu, proporsi utang terhadap ekuitas (Net Debt to Equity ratio atau DER) juga turun signifikan, dari 1,7 kali di tahun 2019 menjadi 0,9 kali pada tahun 2020. Penurunan DER ini terjadi sebagai akibat peningkatan ekuitas karena adanya surplus revaluasi atas aset tanah pada akhir tahun 2020.

Baca Juga: Tambah Pabrik Sawit, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Gelontorkan Rp 1 Triliun

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *