Berkat stimulus Biden, anak-anak di AS akan mendapat tunjangan bulanan


ILUSTRASI. Patung Fearless Girl terlihat di luar New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, 12 Februari 2021.

Sumber: New York Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

DATABUDAYA.NET – WASHINGTON. Melalui paket stimulus yang diajukan Presiden Joe Biden, nantinya akan ada lebih dari 93% anak-anak di Amerika Serikat (AS) akan menerima tunjangan bulanan.

Paket stimulus Biden senilai US$ 1,9 triliun telah disetujui oleh Senat akhir pekan lalu. Kebijakan tersebut diatur sebagai perluasan kredit pajak yang sudah ada tetapi sekarang akan berfungsi sebagai pembayaran langsung untuk keluarga yang memiliki anak.

Untuk sementara program stimulus ini merupakan program satu tahun yang diatur dalam RUU. Tetapi Biden dan Partai Demokrat telah menyatakan niat untuk menjadikannya kebijakan permanan.

“Presiden tertarik untuk menjajaki opsi untuk menjadikan kredit pajak anak permanen sebagai bagian dari agenda ‘Build Back Better’,” ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, seperti dikutip dari New York Times.

Saat ini kredit pajak anak-anak di AS adalah sebesar US$ 2.000 untuk setiap anak di bawah 17 tahun. Melalui stimulus Biden, orang tua akan mendapat US$ 3.600 jika memiliki anak-anak berusia 5 tahun ke bawah. Sementara orang tua dengan anak berusia 6-17 tahun akan menerima US$ 3.000.

Baca Juga: Pemohon visa AS yang ditolak oleh Trump kini dapat mengajukan permohonan kembali

Alih-alih mendapatkan seluruh jumlah dari pajak mereka, orang tua sekarang dapat menerima tunjangan bulanan.

Orang tua anak berusia di bawah 5 tahun akan menerima US$ 300 per bulan, sementara di atas 5 tahun menerima US$ 250 per bulan.

Melalui program ini, diperkirakan ada 93% atau sekitar 69 juta anak akan mendapatkan tunjuangan. Tanpa stimulus, hanya 25% anak yang mendapat tunjangan.

Perhitungan yang dilakukan oleh Pusat Kemiskinan dan Kebijakan Sosial di Universitas Columbia memperkirakan bahwa tunjangan bulanan dari stimulus Biden ini dapat mengurangi kemiskinan anak hingga 45%.

Menurut Komite Bersama Perpajakan AS, perluasan bantuan ini ditaksir akan menelan biaya lebih dari US$ 100 miliar selama satu tahun. Sementara jika dijadikan program permanen, AS harus mengucurkan lebih dari US$ 1 triliun dalam 10 tahun.






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *