IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan pada Rabu (10/3), cermat saham-saham berikut


ILUSTRASI. IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan pada Rabu (10/3), cermat saham-saham berikut

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

DATABUDAYA.NET –  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona merah pada perdagangan Selasa (9/3). IHSG terkoreksi 0,78% atau 48,82 poin ke level 6.199,65 hingga akhir perdagangan. Pelemahan IHSG sejalan dengan investor asing yang mencatatkan jual bersih sebanyak Rp 783,73 miliar di seluruh pasar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG hari ini mengekor pergerakan bursa global dan bursa Asia yang cenderung mixed. Adapun sejumlah sentimen yang turut mewarnai pergerakan IHSG adalah kekhawatiran dari para pelaku pasar akan naiknya yield US treasury bertenor 10 tahun yang dapat menyebabkan outflow dari pasar saham.

Herditya memperkirakan, pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan Rabu (10/3). “IHSG menguji kembali area 6.170-6.180 sebagai area-area support terdekatnya, untuk level resistance kami perkirakan berada di 6.300,” katanya, Selasa (9/3).

Ia menyarankan pelaku pasar untuk dapat trading dalam timeframe pendek dulu saja dan kecenderungannya buy on weakness dengan memperhatikan support dari masing-masing saham pilihan.

Baca Juga: Saham-saham ini banyak ditadah asing saat IHSG tertekan pada Selasa (9/3)

Senada dengan Herditya, Analis Phintracio Sekuritas Valdy Kurniawan juga meramal koreksi IHSG masih dapat berlanjut, dengan menguji support area 6.150-6.180, terutama apabila IHSG tertahan di bawah level psikologis 6.200.

Secara teknikal, Valdy menjelaskan, stochastic RSI terindikasi memasuki oversold area, namun slope pada MACD masih cenderung melebar. Hal ini mengindikasikan tekanan jual masih cukup besar.

Terlepas dari faktor teknikal, pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan kembali menjadi fokus utama pelaku pasar.

“Pergerakan Rupiah salah satunya dipengaruhi oleh spekulasi arah kebijakan the Fed, di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data inflasi AS yang diperkirakan naik ke 1.7% yoy di Februari 2021 dari 1.4% yoy di Januari 2021,” ujar Valdy dalam risetnya, Selasa (9/3).

Masih dari eksternal, sentimen lain yang berpotensi membayangi IHSG adalah data Consumer Price Index (CPI) Tiongkok yang diperkirakan mengalami deflasi sebesar 0.4% yoy di Februari 2021. Saham yang dapat dicermati pada perdagangan Rabu (10/3), antara lain ACES, BMRI, PGAS, TBIG dan DMAS.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *