ATVSI berharap peserta lelang penyelenggara multiplexing dapat benar-benar diseleksi


ILUSTRASI. Suasana ruang kontrol PT NET Mediatama Televisi (NET) di Jakarta, Kamis (8/10). DATABUDAYA/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

DATABUDAYA.NET –  JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi membuka seleksi penyelenggaraan multiplexing atau MUX siaran televisi digital terestrial.

Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution, menanggapi lelang penyelenggara multiplexing di 22 provinsi. ATVSI berharap seluruh anggotanya dapat mengikuti.

Adapun terkait peserta yang akan mengikuti lelang, Syafril berharap pemerintah dapat melakukan seleksi kepada siapa saja nanti yang dapat mengikuti lelang tender tersebut.

“Kita seluruhnya berharap bisa mengikuti lelang tersebut dengan ketentuan yang ikut lelang tersebut adalah para peserta yang benar-benar punya kemampuan dan memiliki keinginan untuk memajukan penyiaran,” kata Syafril saat diskusi daring yang digelar Forum Mereka Barat (FMB) pada Rabu (10/3).

Baca Juga: Kejar Tayang Siaran Televisi Digital, Menanti Aturan Main Penyelenggara Multipleksing

Menurutnya seleksi peserta lelang perlu dilakukan untuk menghindari adanya peserta yang memiliki tujuan hanya untuk keuntungan sendiri. Syafril memberi contoh misalnya terdapat peserta lelang yang akhirnya memenangkan tender, setelahnya hanya fokus ada penyewaan bukan pada pengembangan industri penyiaran itu sendiri.

“Misalnya, tujuannya malah bukan di penyiarannya tapi lebih penyewaan. Harusnya penyewaan merupakan bagian kecil dari pada kegiatan. Jadi kalau ngomongin satu stasiun didapat MUX penyewaan ini bukan tujuan utama untuk mendapatkan income, tapi tujuan utamanya penyiaran,” imbuhnya.

Dengan adanya seleksi peserta lelang maka diharapkan dapat membantu tujuan pemerintah dalam mewujudkan digitalisasi siaran televisi di seluruh Indonesia.

Disinggung mengenai berapa nantinya harga sewa MUX yang diinginkan penyelenggara siaran, ATVSI kini tengah melakukan perhitungan dengan pihak Kemkominfo. Hal tersebut melihat bahwa hitungan sewa juga terkait dengan investasi dari tiap stasiun televisi yang pastinya berbeda-beda.

“Karena harga ini sewa tidak semena – mena, tidak seenaknya saja dilepas. Hitungan ini sedang kita hitung semua karena hitungan sewa ini terkait dengan investasi masing-masing televisi yang memiliki investasi berbeda. Karena dari mereknya dari produk yang digunakan otomatis berbeda sehingga hitungan untuk sewa MUX ini sedang sama-sama [dihitung],” jelasnya.

Baca Juga: Televisi disebut masih menjadi media periklanan utama di Indonesia

Dalam waktu dekat ini ATVSI akan mengajukan ke Kemkominfo terkait harga sewa yang diajukan. “Nanti kita ajukan dan minta tanggapan kepada Kominfo untuk dapat tanggapan dan disepakati termasuk berapa sih harga harga sewa digital,” kata Syafril.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *