Hingga Februari 2021, Total Bangun Persada (TOTL) genggam kontrak baru Rp 26 miliar


DATABUDAYA.NET – JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memperoleh kontrak baru sebesar Rp 26 miliar hingga Februari 2021. Kontrak yang diperoleh itu dari proyek pembangunan hotel.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiyo mengatakan, perolehan kontrak baru tersebut setara 1,3% dari target kontrak baru tahun 2021 yang sebesar Rp 2 triliun.

Sebagai pembanding, di kuartal I-2020 silam, TOTL membukukan kontrak baru senilai Rp 56,68 miliar. Sementara sepanjang 2020, TOTL membukukan kontrak baru sebanyak Rp 837 miliar.

Order book dari perolehan kontrak tahun sebelumnya adalah sebesar Rp 3 triliun. Sedangkan nilai tender yang saat ini diikuti adalah Rp 7,33 triliun,” kata Mahmilan kepada DATABUDAYA.NET, Jumat (12/3).

Baca Juga: Ini tender proyek yang akan diikuti Total Bangun Persada (TOTL)

Mengenai tender yang tengah diikuti, Mahmilan mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan detailnya lantaran proyek masih dalam proses tender. Sebelumnya, Mahmilan juga menjelaskan, TOTL biasanya mengikuti tender dengen nilai di atas Rp 50 miliar per proyek.

Mahmilan melihat kondisi di tahun ini cukup menjanjikan alias lebih baik dibanding 2020. Namun, dia juga tak mengelak, kondisi bisnis masih tetap mengalami hambatan terkait dengan dampak langsung maupun tidak langsung dari adanya pandemi Covid-19.

TOTL tahun ini masih akan berfokus pada sektor konstruksi bangunan gedung bertingkat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Spesialisasi TOTL adalah konstruksi gedung premium bertingkat tinggi dengan nilai di atas Rp 2,5 miliar per proyek.

Tahun ini, TOTL menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3 miliar yang berasal dari kas internal dan rencananya akan digunakan untuk pembelian peralatan proyek, peralatan dan software IT.

Pada kuartal III-2020 lalu,TOTL membukukan pendapatan sebesar Rp 1,81 triliun dan laba bersih sebesar Rp 85,69 miliar. Sedangkan kas dan setara kas pada akhir periode kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp 593,19 miliar, turun tipis dari awal periode yang tercatat sebesar Rp 657,12 miliar.

 

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *