Ambisi China & Rusia bangun pusat penelitian di bulan akan segera terwujud


Sumber: TASS,Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

DATABUDAYA.NET – BEIJING. Perlombaan dalam eksplorasi luar angkasa terasa semakin ketat beberapa tahun belakangan. Setelah beragam misi menuju Mars, kini China dan Rusia sepakat akan memulai eksplorasi bulan dengan membangun stasiun penelitian ilmiah di satelit alami Bumi tersebut.

Program ambisius baru saja disepakati oleh China dan Rusia. Dua raksasa dunia ini sepakat untuk saling bekerjasama dalam membangun stasiun penelitian ilmiah di bulan.

Dikutip dari Xinhua, pada Selasa (9/3), China dan Rusia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan pusat penelitian bersama di bulan. Kabar ini disampaikan langsung oleh China National Space Administration (CNSA).

Kepala badan antariksa Rusia Roscosmos Dmitry Rogozin dan Direktur CNSA Zhang Keijan menandatangani nota kesepahaman atas nama pemerintah mereka pada Selasa. Upacara penandatanganan dilakukan melalui konferensi video.

Baca Juga: Tu-95MS, pesawat Rusia pembawa rudal jelajah jarak jauh berhulu ledak nuklir

Berdasarkan MoU yang disahkan, badan luar angkasa China dan Rusia nantinya akan meningkatkan kerjasama melalui proyek bulan tersebut.

“Roscosmos dan CNSA akan berkontribusi dalam menciptakan stasiun penelitian bulan internasional dengan akses terbuka untuk semua negara yang tertarik,” ungkap Roscosmos dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari TASS.

Stasiun yang dibangun nanti akan dibuka untuk semua negara dan negara mitra yang tertarik untuk melakukan penelitian. Kedua negara sepakat, pertukaran penelitian ilmiah mampu mempromosikan eksplorasi dan penggunaan ruang secara damai oleh umat manusia.

Dalam prosesnya nanti, baik CNSA maupun Roscosmos akan melakukan kerjasama erat dalam perencanaan, demonstrasi, desain, serta pengembanan beragam teknologi yang dibutuhkan.

Kedua negara juga akan secara aktif mempromosikan proyek tersebut kepada komunitas luar angkasa secara global.

Baca Juga: Mengintip kemampuan Fengniao, drone mungil China pesaing Black Hornet milik AS






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *