Kurs rupiah spot melemah ke Rp 14.400 per dolar AS pada Senin (15/3) pagi


ILUSTRASI. Kurs rupiah spot ini melemah 0,10% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.385 per dolar AS

Reporter: Achmad Jatnika, Sugeng Adji Soenarso, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

DATABUDAYA.NET –  JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah di awal pekan ini. Senin (15/3) pukul 9.09 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.400 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah spot ini melemah 0,10% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.385 per dolar AS. Dalam sepekan, nilai tukar rupiah melemah 0,28%,

Menurut analis dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, pelemahan rupiah bisa dibaca juga sebagai pelemahan mata uang emerging markets secara global. Pasar keuangan global juga akan mencermati rapat bank sentral AS, Federal Reserve pekan ini. Investor menunggu arah kebijakan moneter AS setelah keputusan stimulus fiskal hingga US$ 1dari pemerintah AS.

Tak cuma Federal Open Market Committee (FOMC), Bank Indonesia (BI) juga akan menggelar rapat dewan gubernur pekan ini. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Ike Widiawati memperkirakan FOMC dan BI masih akan mengambil kebijakan untuk menahan tingkat suku bunga di level saat ini.

Baca Juga: Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Senin 15 Maret, intip sebelum tukar valas

Menurut dia, tingkat inflasi AS diperkirakan dalam dua bulan ke depan memang berpotensi mengalami kenaikan karena mulai adanya kucuran dana stimulus bagi warga AS. Hal ini tentunya akan dapat meningkatkan konsumsi dan mendorong inflasi AS.

“Namun demikian, saya berekspektasi The Fed masih akan bersikap dovish (mempertahankan suku bunga) untuk pertemuan kali ini karena memang kondisi perekonomian AS dan secara global pun masih rentan, sehingga kenaikan suku bunga dapat menyebabkan syok market,” kata Ike kepada DATABUDAYA.NET, Jumat (12/3).

Sementara, BI sebenarnya memiliki peluang untuk menurunkan suku bunganya mengingat tingkat inflasi Indonesia yang masih rendah saat ini. Namun beberapa hal seperti nilai tukar juga harus menjadi perhatian sehingga BI di pertemuan kali ini kemungkinannya adalah tetap menjaga tingkat suku bunganya.

Baca Juga: Rupiah masih berpotensi menguat di pekan depan

Range rupiah sejak pertengahan 2020 itu Rp 14.500-Rp 14.000, jadi range-nya kemungkinan akan lebih lemah lagi bagi rupiah, jika dari segi fundamental dan teknikal mendukung. Karena kita lihat bahwa AS diuntungkan oleh kecemasan inflasi, dimana yield US Treasury 10 tahun memang melonjak,” ujar Wahyu.

Menurut Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo, saat ini rupiah masih mempunyai potensi untuk menguat, seiring dengan program vaksinasi yang terus membawa prospek pemulihan ekonomi yang dipercepat tahun ini. Hal ini mulai terlihat bahwa dolar AS mulai melepaskan diri dari nilai tukarnya yang melemah sepanjang tahun, dan terlihat bahwa dolar AS mulai terakumulasi.

Baca Juga: IHSG melemah ke 6.346 pada perdagangan hari (15/4), asing lepas BBRI, ITMG dan UNVR

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *