Hakaaston, anak usaha Hutama Karya bidik pasar eksternal manufaktur konstruksi


ILUSTRASI. Proyek Hutama Karya, induk usaha Hakaaston

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

DATABUDAYA.NET – JAKARTA. Pada tahun ini produsen aspal beton PT Hakaaston (HKA) melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan kapabilitas produk manufaktur konstruksi. Hal itu dilakukan agar anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) itu dapat bersaing dalam pasar eksternal.

Direktur Produksi dan Pemasaran HKA Alfin Zaini mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan, antara lain backward, vertical dan forward integration. Strategi itu diharapkan dapat menciptakan keunggulan kompetitif dalam rangka differentiation dari pesaing.

Melalui integrasi backward, HKA memperkuat ketersediaan material strategis di wilayah hulu dan mengoptimalkan utilisasi atau peralatan dengan melakukan ekspansi ke beberapa wilayah. Salah satunya adalah merelokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) pada proyek overlay Bandara Pattimura Ambon yang telah selesai pekerjaannya ke wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

“AMP akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi aspal di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Simpang Indralaya – Muara Enim,” tutur Alfin dalam keterangan tertulis yang diterima DATABUDAYA.NET, Selasa (16/3).

Dia melanjutkan, strategi integrasi vertical yang dilakukan HKA ialah dengan melakukan inovasi pengembangan produk serta membuka sejumlah unit produksi baru yang akan menambah diversifikasi dan meningkatkan kapabilitas produk. Contohnya, saat ini HKA membuka unit produksi kimia konstruksi di Cikiwul, Bekasi dan pengembangan produksi aspal karet di Cileungsi, Jawa Barat.

Baca Juga: Hutama Karya akan tawarkan proyek jalan tol Trans Sumatra ke LPI

Terakhir, untuk strategi integrasi forward yang dilakukan HKA ialah pengembangan teknologi terkini melalui jasa konstruksi untuk mendukung sektor konstruksi dan sarana perhubungan seperti overlay bandara dan proyek pembangunan jalan layang. 

Meski banyak membidik pasar eksternal di tahun 2021, Alfin menegaskan bahwa HKA juga tetap berkomitmen dalam pemenuhan kebutuhan produk manufaktur aspal dan beton bagi kelanjutan pembangunan beberapa ruas tol di JTTS.

Hingga saat ini, HKA telah memproduksi 1.345.753 ton aspal hotmix, 1.532.875 meter spun pile, 5.105 buah girder, 363.982 meter barrier dan 32.957 panel fullslab yang digunakan pada pembangunan JTTS.

“Hal ini juga menjadi bukti bahwa dalam pembangunan JTTS, material dan bahan baku yang digunakan seluruhnya menggunakan produk dalam negeri dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri,” ungkap Alfin.

Selain melakukan strategi untuk meningkatkan produktifitas dan kapabilitas produk, pada tahun ini HKA juga tengah menyusun Roadmap Sistem Informasi Teknologi (IT) yang akan diimplementasikan hingga 5 tahun kedepan. Alfin bilang, manajemen memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui penerapan teknologi.

Baca Juga: Hutama Karya umumkan pergantian EVP Sekretaris Perusahaan

Hal itu sejalan dengan salah satu KPI perusahaan induknya, Hutama Karya, yakni mengoptimalkan kepemimpinan teknologi. Saat ini HKA telah mengimplementasikan SAP 4 Hana dan IPOP (Informasi Pengendalian Operasional dan Produksi) sejak tahun 2020 lalu. 

“HKA menilai pentingnya digitalisasi yang akan membantu proses produksi manufaktur lebih efisien dan tepat guna,” tutup Alfin.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *