Lapangan Kepodang telah mulai salurkan gas ke PLTG Tambak Lorok


ILUSTRASI. PT Saka Energi Indonesia (SAKA)

Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

DATABUDAYA.NET –¬†JAKARTA. Penyaluran gas dari Lapangan Kepodang milik Saka Energi Muriah Ltd (SEML) untuk pemenuhan kebutuhan gas Pembangkit Listrik Tambak Lorok Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah dimulai pada Februari 2021.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Susana Kurniasih mengungkapkan penyaluran gas yang sebelumnya sempat tertunda telah kembali dilakukan.

“Pengaliran sudah dimulai sejak Februari. tepatnya 19 Februari 2021,” ujar Susana kepada DATABUDAYA.NET, Selasa (16/3).

Susana melanjutkan volume penyaluran gas untuk PLTG Tambak Lorok sekitar 8 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) sampai 10 BBTUD.

Baca Juga: Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah oleh Saka Energi masih berlangsung

Dikonfirmasi terpisah, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno membenarkan penyaluran kembali gas dari Lapangan Kepodang telah dilakukan.

“Semuanya terserap ke PLN sesuai produksi yang memang cuma sekitar 20 MMSCFD,” jelas Julius, Selasa (16/3).

Sebagai informasi, operatorship Wilayah Kerja Muriah telah beralih dari Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) kepada Saka Energi Muriah Limited (SEML). Setelah dokumen legal pengalihan participating interest atau Deed of Assignment (DoA) ditandatangani dua kontraktor tersebut pada akhir Januari tahun lalu.

Asal tahu saja, Lapangan Kepodang merupakan bagian dari Wilayah Kerja Muriah yang berlokasi di lepas pantai Jawa Timur. Lapangan ini mulai memproduksikan gas bumi pertama kali sebesar 56 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada akhir Agustus 2015.

Baca Juga: PGN berharap proyek pipa minyak Rokan berdampak positif bagi pembangunan daerah

Saat itu, gas dialirkan melalui pipa menuju fasilitas penerimaan di darat atau Onshore Receiving Facility (ORF) lalu kemudian disalurkan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PLN.

Pada Bulan Juli 2017, PCML selaku operator Wilayah Kerja Muriah menyatakan Lapangan Kepodang dalam kondisi kahar (force majeure). Salah satu penyebabnya adalah hasil temuan cadangan tidak sesuai dengan prediksi. Produksi lapangan ini dihentikan semenjak 23 September 2019.

Hingga akhirnya SEML yang saat ini memiliki 20% participating Interest mengambil alih 80% participating interest milik PCML melalui penandatanganan Deed of Assignment (DoA) yang dilakukan pada 31 Januari 2020. Dengan DoA ini, SEML menjadi operator Wilayah Kerja Muriah dengan participating interest 100%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *