Strategi Bank Mandiri dan BTN kembangkan digital bank pada 2021


ILUSTRASI. Tahun 2021 menjadi momentum perbankan untuk semakin meningkatkan layanan digital untuk dorong efisiensi.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Noverius Laoli

DATABUDAYA.NET – JAKARTA.Tahun 2021 menjadi momentum perbankan untuk semakin meningkatkan layanan digital, dalam rangka mendorong transaksi sekaligus memperkuat efisiensi. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)menjadi salah satu bank yang mengambil langkah tersebut, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi mobile banking yang digadang-gadang bakal menjadi super apps bertajuk Mandiri Livin. 

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menjelaskan, pihaknya memang telah mengusung Mandiri Digital sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis di tahun 2021. Bukan hanya dari sisi ritel, untuk segmen korporasi (wholesale) Bank Mandiri juga akan mengembangkan integrasi layanan cash management, mandiri global trade dan supply chain management lewat peningkatan fitur. 

Pun, dari segmen UMKM bank berlogo pita emas ini bakal melakukan penambahan fitur di segmen micro banking yang bakal diintegrasikan dengan aplikasi Mandiri Livin nantinya. “Kami juga akan meluncurkan fitur-fitur transaksional di Mandiri Livin bulan September 2021,” katanya dalam video conference di Jakarta, Senin (15/3). 

Nantinya menurut Darmawan, aplikasi tersebut juga akan terkoneksi dengan anak usaha perusahaan guna memudahkan transaksi nasabah perseroan. Sekadar informasi, tahun ini Bank Mandiri memang sudah menganggarkan dana cukup jumbo yakni mencapai Rp 2 triliun sebagai belanja modal. 

Baca Juga: Multifinance tidak agresif salurkan pembiayaan alat berat di tahun ini

Dari jumlah tersebut, sekitar 80% bakal dialokasikan untuk pengembangan dan penguatan digital banking di 2021. Selain pengembangan aplikasi digital, Bank Mandiri di awal tahun 2021 juga mengenalkan layanan e-channel lewat mesin Customer Service Machine (CSM) sebagai layanan nirkantor untuk pembukaan rekening dan penggantian kartu debit. 

Transformasi digital retail banking Mandiri sejauh ini telah berkontribusi optimal bagi pencapaian kinerja perusahaan hingga beberapa tahun terakhir. Indikatornya antara lain, kenaikan transaksi melalui Mandiri Online yang signifikan dari 46 juta transaksi finansial pada saat aplikasi diluncurkan di 2017 menjadi 620 juta transaksi pada 2020, dengan nilai lebih dari Rp 1.000 triliun atau naik lebih dari 10 kali lipat dibandingkan dengan 4 tahun lalu. 

Hal signifikan lainnya adalah kenaikan jumlah nasabah tabungan dari 3,2 juta rekening pada 2010 menjadi 28,7 juta rekening di akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, tercatat 4,5 juta nasabah menjadi user aktif Mandiri Online yang segera berganti menjadi Livin by Mandiri.

Begitu juga dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang sudah mulai melakukan transformasi bisnis. Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan sudah memulai transformasi lewat efisiensi kantor cabang.

Baca Juga: Begini potensi innovative credit scoring tingkatkan akses pendanaan masyarakat

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *