Ditopang capex Rp 6 triliun, Tower Bersama (TBIG) yakin bisa tumbuhkan laba tahun ini


ILUSTRASI. Pekerja melakukan pengecekan jaringan kabel optik di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

DATABUDAYA.NET – JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. optimistis bisa menumbuhkan pendapatan dan laba bersih di tahun ini. Industri telekomunikasi yang terus memperkuat dan memperluas jaringan menjadi katalis positif bagi emiten menara bersandi TBIG di Bursa Efek Indonesia ini.

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya terus membidik penambahan tenant dalam penyewaan menara. Helmy bilang, TBIG menargetkan bisa menjaring penambahan 7.400 tenant. Terdiri dari tambahan 3.000 tenant secara organik, dan 4.400 tenant dari proses akuisisi.

“Katalis positif adalah permintaan dari industri telekomunikasi, untuk memberikan layanan data yang terus meningkat serta kebutuhan memperluas coverage,” kata Helmy kepada DATABUDAYA.NET, Rabu (17/3).

Baca Juga: Permintaan ban Multisrada Arah Sarana (MASA) mulai menuju normal di awal tahun ini

Penambahan 4.400 tenant dari proses akuisisi itu termasuk dengan pembelian 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST). Seperti diketahui, pada akhir tahun lalu TBIG melalui anak usahanya, PT Tower Bersama, telah menandatangani perjanjian jual-beli aset bersyarat dengan IBST.

Pembelian itu untuk sebanyak-banyaknya 3.000 menara dengan nilai keseluruhan sebesar US$ 280 juta atau setara Rp 3,97 triliun. Sayangnya, Helmy belum membeberkan agenda ekspansi lanjutan TBIG pada tahun ini. Yang pasti, proses akuisisi menara IBST akan rampung pada periode Kuartal-II mendatang.

“4.400 (tambahan tenant) Sudah termasuk akuisisi dari IBST. Sementara (akuisisi) baru IBST. Akuisisi menara IBST akan rampung di Q2-2021,” terang Helmy.

Secara keseluruhan, kinerja TBIG tahun ini bakal ditopang dengan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sebanyak Rp 6 triliun. Terdiri dari Rp 4 triliun untuk akuisisi dan Rp 2 triliun untuk ekspansi organik.

Baca Juga: Indocement (INTP) proyeksikan permintaan semen nasional bisa meningkat 5%

Meski belum membeberkan secara detail, namun capex tersebut sudah mulai direalisasikan sejak awal tahun ini. “Sudah ada yang terserap di Q1. (Sumber capex) dari dana internal dan pinjaman bank.” kata Helmy.

Dengan prospek tersebut, Helmy optimistis pendapatan dan laba bersih TBIG bisa tetap tumbuh di tahun ini. Adapun laba bersih periode berjalan TBIG tercatat sebesar Rp 791,9 miliar tumbuh  22,83% dari realisasi Kuartal III-2019 yang sebanyak Rp 644,69 miliar.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *