Rencana penerbitan surat utang Gajah Tunggal (GJTL) tersendat


ILUSTRASI. Gajah Tunggal (GJTL) berencana menerbitkan surat utang US$ 270 juta.

Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

DATABUDAYA.NET – JAKARTA. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berencana menerbitkan surat utang US$ 270 juta. Namun, rencana ini berjalan kurang mulus. 

Produsen ban tersebut baru saja mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan sejumlah mata acara. Salah satunya, permohonan persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut. 

Tapi, rapat hanya dihadiri oleh 2,45 miliar saham dengan suara sah atau setara 70,44% suara. Artinya, rapat untuk mata acara itu tidak kuorum. 

“Sehingga, untuk mata acara permohonan persetujuan penerbitan surat utang tidak dapat dibahas dan diambil keputusan. Rapat hanya membahas dan memutuskan mata acara lainnya,” tulis manajemen GJTL dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/3).

Baca Juga: Optimistis kondisi membaik, Gajah Tunggal (GJTL) membidik pertumbuhan lebih dari 19%

DATABUDAYA.NET sudah menghubungi manajemen GJTL apakah rapat kedua bakal kembali digelar. Namun, hingga berita ini diturunkan, manajemen belum memberikan tanggapan.

Mengingatkan saja, surat utang US$ 270 juta itu rencananya memiliki tenor hingga 2026. Gajah Tunggal akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk refinancing surat utang yang akan jatuh tempo Agustus tahun depan.

Manajemen GJTL belum menentukan kupon surat utang baru.Yang terang, kuponnya tidak akan melebihi 9%.

Baca Juga: Tidak Kuorum, RUPSLB Gadjah Tunggal (GJTL) Batal Bahas Agenda Penerbitan Surat Utang

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *