Jelang Ramadan, Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) tingkatkan kapasitas produksi


DATABUDAYA.NET – JAKARTA. PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) turut mencermati potensi peningkatan konsumsi daging ayam saat menjelang perhelatan bulan Ramadan.

Chief Financial Officer & Corporate Secretary SIPD Sri Sumiyarsi menyampaikan, pihaknya telah mengantisipasi permintaan daging ayam saat bulan puasa dan lebaran dengan cara meningkatkan kapasitas volume produksi sekitar 30% dari bulan sebelumnya.

SIPD juga memastikan pengelolaan rantai pasokan produk mulai dari perencanaan permintaan, perencanaan pemenuhan bahan baku pokok, serta pengelolaan logistik produk. “Hal ini mencakup penyimpanan, transportasi, dan distribusi yang dapat tersalurkan dengan baik, merata, dan tepat waktu sampai ke seluruh pelanggan,” ungkap dia, Kamis (18/3).

Baca Juga: Triniti Land (TRIN) dan Jasamarga Related Business membangun properti di koridor tol

Permintaan konsumsi daging tentu diikuti oleh permintaan dari pakan ternak. Momentum Ramadan menjadi salah satu pemicu SIPD untuk meningkatkan produksi pakan ternaknya. Manajemen SIPD sendiri memperkirakan pertumbuhan produksi pakan ternak dapat mencapai kisaran dua digit di tahun ini.

Merujuk pada berita sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo memprediksi kebutuhan pakan ternak nasional akan meningkat sekitar 20% pada saat Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. 

Selain itu, GPMT memperkirakan produksi pakan ternak di tahun ini dapat mencapai kisaran 5%–6% dengan catatan efek pandemi Covid-19 di industri tersebut bisa diminimalisasi.

Lebih lanjut, walau tidak dijelaskan secara rinci, tahun ini rencananya SIPD menyediakan belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini sekitar 3 kali dari biaya capex di tahun lalu.

Baca Juga: Delta Dunia Makmur (DOID) kejar peningkatan kinerja operasional tahun ini

Sumiyarsi menyebut, 35% dari capex tersebut merupakan biaya modal baru yang ditujukan untuk investasi strategis di unit usaha peternakan (farming) guna mendukung pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan utilisasi unit pakan ternak. 

“Sedangkan dua pertiganya adalah belanja modal rutin, termasuk untuk memenuhi biaya modal yang kami tunda tahun lalu karena antisipasi krisis Covid-19,” pungkas dia.

 

 

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *