BPJT tandatangani perjanjian kerja sama terkait tol nirsentuh dengan Roatex


ILUSTRASI. Lalu Lintas di Jalan Tol. DATABUDAYA/BAihaki/26/3/2020

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo .

DATABUDAYA.NET – JAKARTA. Indonesia sebentar lagi akan menggunakan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF) berteknologi GNSS (Global Navigation Satelite System) dari Roatex, Ltd, Hungaria. Adapun, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga telah resmi menandatangani perjanjian kerja sama itu dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). 

MLFF merupakan transaksi pembayaran jalan tol dengan teknologi nirsentuh yang memungkinkan kendaraan tidak perlu berhenti ketika membayar tarif di gerbang tol. Adapun solusi teknologi yang akan diterapkan berbasis GNSS (Global Navigation Satelite System) merupakan teknologi paling mutakhir dalam sistem transaksi nontunai nirsentuh berbasis MLFF.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyebutkan akan ada 40 ruas jalan tol yang menjadi lokasi uji coba sistem transaksi tol nontunai nirsentuh dengan skema MLFF. “Nantinya lokasi itu akan menjadi lokasi uji coba sistem transaksi tol nontunai nirsentuh dengan skema multi-lane free flow pada 2022 mendatang,” jelas Danang saat dihubungi DATABUDAYA, Jumat (19/3). 

Adapun, ke 40 ruas jalan tol tersebut di antaranya adalah Tangerang-Merak, Jakarta-Tangerang, Kebun Jeruk-Penjaringan, Pondok Aren-Serpong, Akses Tanjung Priok, Cawang-Tomang-Pluit, Ciawi-Sukabumi, Jakarta-Bogor-Ciawi, Jakarta-Cikampek, dan Semarang-Batang. 

Baca Juga: Kementerian PUPR usul tambahan anggaran Rp 2,5 triliun untuk tahun ini

Selanjutnya yakni ruas jalan tol Pemalang-Batang, Solo-Ngawi, Kertasono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto, Surabaya-Gresik, Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dan lain-lain. 

Danang juga mengatakan, per Senin (15/3) kemarin, BPJT Kementerian PUPR telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis MLFF dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). 

Ia bilang, pemerintah melalui BPJT berupaya terus melakukan inovasi untuk peningkatan pelayanan yang maksimal bagi pengendara di jalan tol melalui Transformasi, Inovasi, dan Modernisasi (TIM) yang mengacu pada Teknologi Toll Road 4.0.

Sebagai informasi tambahan, proyek ini akan diimplementasikan di jalan tol sepanjang 1.713 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp 4,06 triliun. Pemrakarsa proyek tersebut yaitu Roatex Ltd. Zrt., National Toll Payment Service Plc., MFB Hungarian Development Bank.

Adapun, implementasi teknologi MLFF pada 40 ruas tol tersebut ditargetkan akan rampung pada pertengahan 2022.

Danang juga mengatakan, terkait sistem transaksi non tunai nirsentuh berbasis MLFF ini BPJT meyakinkan bahwa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tentu akan mendukung penggunaan sistem transaksi tersebut. “Pada prinsipnya BUJT akan mendukung karena ini sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan di jalan tol,” tutup Danang. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di DATABUDAYA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *